Kepiting merupakan salah satu makanan favorit pada pecinta Sea Food. Perlu anda ketahui, Kepiting merupakan binatang anggota krustasea berkaki sepuluh dari upabangsa (infraordo) Brachyura, yang dikenal mempunyai “ekor” yang sangat pendek.

Kepiting memiliki tubuh yang dilindungi oleh cangkang yang sangat keras dan tersusun dari kitin serta memiliki sistem persenjataan diri berupa sepasang capit. Kepiting juga memiliki nama lain, yaitu ketam.

Ketam atau kepiting dapat kita temui di semua samudera yang ada di dunia ini. Kepiting juga terbagi atas dua jenis, yaitu kepitisng tawar dan kepiting darat.

Sebagian orang juga mengenal Rajungan (kepiting yang hidup di perairan laut dan jarang naik ke pantai) dan Yuyu (Ketam penghuni perairan tawar seperti sungai dan danau).

Kepiting memiliki ukuran yang beragam, mulai dari ketam kacang yang memiliki lebar hanya beberapa milimeter hingga kepiting laba-laba Jepang yang memiliki rentangan kaki hingga 4 meter.

Kepiting sering dijadikan santapan dan sangat digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Namun kini, masyarakat patut berhati-hati. Karena baru-baru ini ditemukan kepiting yang cangkangnya berlubang.

Apabila Anda membeli kepiting di pasar tradisional atau supermarket, maka Anda harus waspada. Perhatikan bagian perut atau dada kepiting tersebut. Jika terdapat lubang di di tubuh kepiting itu, terutama di bagian dada atau perutnya, maka hindari memilih kepiting tersebut dan pilihlah kepiting yang lainnya.

Kenapa?

Menurut kabar yang dilansir oleh Stomp, lubang pada tubuh kepiting tersebut menandakan bahwa kepiting atau ketam itu telah disuntik dengan bahan pengawet beracun dosis tinggi. Tujuannya agar kepiting tersebut tetap terlihat segar.

Menurut beberapa sumber, kepiting yang memiliki lubang di tubuhnya itu berasal dari Tiongkok.