Dua pilot Indonesia diyakini menjadi pendukung ISIS oleh pihak Kepolisian Australia. Dugaan ini dibuktikan dalam sebuah dokumen milik kepolisian Australia yang dibocorkan oleh sebuah majalah online, The Intercept.

Dokumen rahasia Kepolisian Federal Australia, AFP tertanggal 18 Maret 2015, yang diperoleh pihak The Intercept dan dirilis di situsnya berjudul “Identifikasi pilot Indonesia dengan kemungkinan pandangan ekstremis” itu juga dibagikan ke aparat keamanan di Turki, London, Amerika Serikat dan Europol.

Kedua pilot yang diduga bernama Ridwan Agustin dan Tommy Abu Alfatih diyakini menjadi simpatisan ISIS setelah pihak AFP melakukan pengamatan di akun Facebook keduanya.

pilot indonesia diduga isis

Dalam dokumen kepolisian Australia disebutkan, dua pilot Indonesia menjadi simpatisan ISIS, dilihat berdasarkan posting mereka di media sosial.

“Pilot, kru udara dan yang lainnya dengan akses menuju dan di dalam lingkungan penerbangan bisa menjadi ancaman yang nyata jika mereka teradikalisasi,” ujar dokumen AFP tersebut.

“Akses dan pengetahuan soal keamanan dan keselamatan memberi mereka kemampuan penyerangan seperti yang disaksikan dalam berbagai tragedi global di masa lalu. Perlu dicatat, majalah al-Qaidah Inspire edisi terbaru aktif mendorong serangan di lingkungan penerbangan,” lanjut AFP.

AFP juga melaporkan bahwa sejak tahun lalu, sifat postingan status Ridwan mulai berubah sejak September 2014 dan terpantau membagikan materi yang menunjukkan dukungan terhadap ISIS.

Ridwan juga disinyalir mulai berteman dan berinteraksi dengan dengan para pendukung ISIS lainnya, salah satunya adalah Heri Kustyanto alias Abu Azzam Qaswarah al Indonesy, yang diduga anggota Jemaah Islamiyah dan sekarang berperang dengan ISIS di Irak dan Suriah.

Saat inilah, pilot kedua yang bernama Tommy Abu Alfatih mulai terlihat dengan me-like banyak status Ridwan yang diduga saat ini telah berada di Raqqa.

Menurut AFP yang dikutip dari Sydney Morning Herald, Tommy adalah lulusan sekolah penerbangan Indonesia tahun 1999 dan bahkan sempat menjadi pilot di Angkatan Udara Indonesia sebelum menerbangkan pesawat untuk maskapai Premiair.