SeputarJonggol.com – Pasca Sembuh, 116 Pasien di Korsel Kembali Positif Corona. Otoritas Korea Selatan (Korsel) melaporkan sedikitnya 116 orang yang telah sembuh dari virus Corona (COVID-19), kembali dinyatakan positif.
Kasus serupa ini muncul sejak pekan lalu dan semakin meningkat jumlahnya di Korea Selatan.
Seperti dilansir Reuter dan Yonhap News Agency, Senin (13/4/2020), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC) melaporkan adanya 25 kasus baru dalam sehari di negeri ginseng tersebut. Jumlah total kasus virus Corona di Korsel kini mencapai 10.537 kasus.

Hal ini menjadi momen kedua sejak akhir Februari saat jumlah kasus baru turun ke bawah angka 30. KCDC melaporkan tiga kematian baru dalam sehari, sehingga total korban meninggal di Korsel kini mencapai 217 orang. Jumlah pasien yang dipulangkan dari karantina di rumah sakit usai dinyatakan sembuh dilaporkan bertambah menjadi 7.447 orang.
Meski jumlah kasus baru terus menurun, namun KCDC juga melaporkan adanya peningkatan dalam kasus ‘reaktivasi’ atau saat pasien sembuh, tapi kembali dinyatakan positif Corona. Situasi ini memicu kekhawatiran baru di Korsel, terlebih otoritas setempat berencana memperingan pembatasan-pembatasan terhadap publik.
Otoritas Korea Selatan hingga kini masih menyelidiki penyebab munnculnya kasus ‘reaktivasi’ atau virus Corona yang aktif kembali pada pasien yang telah sembuh. Direktur KCDC, Joeng Eun-kyeong, menyebut bahwa virus Corona dimungkinkan untuk kembali (reactivated), bukan pasien yang terinfeksi kembali (reinfected).

Para pakar lainnya menyebut tes atau pemeriksaan yang salah atau tidak akurat, mungkin memainkan peran dalam kasus tersebut. Dugaan lain menyatakan sisa-sisa virus Corona masih ada di sistem tubuh pasien, namun itu tidak menular atau membahayakan sang pasien atau pun orang lain. Setidaknya ada 116 kasus reaktivasi yang dilaporkan KCDC pekan ini, mencapai dua kali lipat dibandingkan pekan lalu yang hanya 51 kasus reaktivasi.
Pemimpin dan pejabat Korea Selatan masih menyerukan kepada warga untuk mematuhi panduan dan pembatasan yang diberlakukan, khususnya untuk perkumpulan sosial. Namun mereka mengisyaratkan langkah semacam itu dapat diperingan dalam waktu dekat. (dari berbagai sumber)