SeputarJonggol.com – Kerja Keras Tangani Corona, Pemkab Bogor Krisis APD untuk Tenaga Medis. Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan rumah sakit di wilayahnya masih kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk menangani pasien virus Corona (COVID-19). Sejumlah RS, ungkap Iwan, hanya memiliki ketersediaan yang terbatas.
“Karena satu hari rata-rata di RS ini, belum di RS swasta, di RSUD itu 300. Ini yang, malah tadi Ciawi menyampaikan, ketersediaan dia itu tinggal 600 lagi, mungkin buat 2 hari,” kata Iwan di Kantor Bupati, Kompleks Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (6/4/2020).
Untuk 4 RSUD di wilayahnya saja, Pemkab Bogor membutuhkan 1.200 APD setiap hari. Karena itu, kata Iwan, kebutuhan akan APD di wilayahnya sangat banyak.

“Ini yang belum. Kalau tadi kalau lihat dari penyampaian Direktur Rumah Sakit Cibinong, itu baru RS. APD itu satu hari 300, kali 4, 1.200, sama Ciawi, dan lain-lain, per hari APD,” ujarnya.
Iwan pun mengharapkan diproduksinya APD yang bisa digunakan berulang kali. Sebab, selama ini APD yang ada hanya yang sekali pakai.
“Karena semua itu habis pakai. Dan dia mengusulkan ada produksi yang di-reuse. Mudah-mudahan ada yang bisa begitu,” kata Iwan.
Iwan mengatakan saat ini pihaknya pun berusaha menggandeng perusahaan yang memproduksi APD. Namun, hal itu terkendala bahan baku yang harus dikirim dari China dan Korea, sehingga proses produksi membutuhkan waktu.
Belum lagi kendala APD yang tak sesuai standar kesehatan dalam penanganan COVID-19. “Makanya kami minta ke siapa pun, untuk APD sesuai standar medis ini, kami minta bukan cuma-cuma ya, untuk menjual, kita akan beli langsunglah,” kata Iwan.

Selain itu, Iwan mengatakan Pemkab Bogor membutuhkan masker untuk para tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas. Dia pun berharap kebutuhan itu segera terpenuhi.
“Kita berlomba ini (pengadaan masker). Pas tadi pagi ada (perusahaan) yang sudah bikin MoU, diminta MoU dengan BNPB. Makanya kami untuk bulan Mei, kami minta ada space untuk 1,5 juta untuk bisa membuat masker yang punya standar medis. Mudah-mudahan ada tindaklanjuti dengan kerjasama dengan Dinkes (dinas kesehatan) atau BPBD,” pungkas Iwan. (dbs)