SeputarJonggol.com – Cepatnya pertambahan kasus positif Corona setiap harinya, serta memperhatikan banyaknya warga yang “mudik” kembali ke kampung halaman, salah satunya adalah Kota Tegal. Maka untuk mencegah penyebaran covid-19 di Kota Tegal, Walikota Tegal akhhirnya mengumumkan Lockdown Lokal untuk wilayahnya.
Kasus positif virus corona kian bertambah di setiap harinya. Hingga Kamis (26/3) kemarin, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan terjadi penambahan kasus sebanyak 103 warga positif corona.
Saat ini, total ada 893 kasus positif virus corona atau covid-19. Sehubungan dengan terus bertambahnya kasus, membuat sejumlah kota di Indonesia melakukan local lockdown atau karantina wilayah, salah satunya kota Tegal. Berikut ulasan selengkapnya yang dirangkum oleh SeputarJonggol.com dari berbagai sumber.

  1. Kebijakan demi Melindungi Warga
    Kota Tegal memutuskan untuk melakukan kebijakan local lockdown atau karantina wilayah. Kebijakan tersebut diambil agar warga kota Tegal dapat terlindung dari paparan virus corona. Menurut Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, ia mengambil langkah tersebut karena wilayahnya tengah menjadi daerah darurat covid-19.
    “Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga dari pada maut menjemput mereka. Masyarakat harus memahami keadaan ini sudah darurat. Masyarakat harus kompak supaya terhindar dari wabah corona,” ujar Dedy Yon seperti dikutip dari Dream pada Jumat (27/3).

2. Jalan Masuk Kota Ditutup Menggunakan Beton
Wali Kota Tegal mengatakan local lockdown akan dilakukan dengan cara menutup sebanyak 49 titik masuk ke kotanya. Tak tanggung-tanggung, 49 titik tersebut akan ditutup menggunakan Movable Concrete Barrier (MBC).
“Kota Tegal akan lockdown lokal full, kecuali jalur provinsi dan nasional tetap buka. Seluruh perbatasan masuk kota akan kami tutup pakai MCB barier beton seberat 2 ton yang dimungkinkan warga tidak bisa memindahkan,” kata Dedy.
Namun, Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi menjelaskan dari 49 titik yang ditutup akan dibuka sebanyak dua sampai tiga titik sebagai akses. Akan tetapi tetap dilakukan penjagaan super ketat.
“Penjagaan dari polisi, dishub, dan juga dari gugus Covid-19, katanya saat dihubungi media, Jumat (27/3).

3. Penutupan Ruang Publik
Dedy juga mengaku, akan menutup ruang publik sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19 yang kian merebak. Ia mengawali karantina wilayah dengan menutup ruang publik di kawasan alun-alun, Jalan Ahmad Yani, GOR Wisanggeni dan Jalan Gajah Mada bersama tim dari Dishub, Dinas Pekerjaan Umum, dan Satlantas Polres Tegal Kota.
“Bagi kendaraan yang akan ke Alun-alun dari selatan kita alihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto. Ini akan melindungi pusat kota dari paparan corona covid-19 tanpa deteksi,” jelas Dedy.

4. Membatasi Pergerakan Orang Luar
Tak hanya menutup ruang publik, Pemkot Tegal Dedy Yon membatasi pergerakan orang luar agar tidak masuk ke kota dan mengalihkan kendaraan seperti truk atau bus ke lingkar luar Kota Tegal. Pada nantinya, kendaraan dari arah barat (Jakarta) yang menuju ke jantung kota akan dialihkan ke Jalan Mataram (terminal) dan lanjut menggunakan Jalur Lingkar Utara. Begitu juga yang dari arah timur (Semarang) akan dialihkan menuju Jalur Lingkar Utara dan keluar lewat jalan samping terminal.
“Semua yang dari luar daerah tidak ada yang masuk ke kota. Ini tentunya untuk mewaspadai orang asing atau orang luar yang masuk ke Tegal. Bukan berburuk sangka, tetapi lebih kepada menjaga warga Tegal yang masih sehat agar tak terpapar corona covid-19,” ujarnya.

5. Masa Berlaku Local Lockdown
Kebijakan karantina wilayah atau local lockdown akan dilakukan selama 4 bulan. Yang pada nantinya akan berlaku mulai dari 30 Maret hingga 30 Juli 2020 mendatang.
Hal tersebut tengah diungkapkan oleh Muhammad Jumadi, Wakil Wali Kota Tegal. Perlu diketahui, gagasan soal lockdown ini sebenarnya sudah muncul sejak Minggu (22/3) lalu.

6. Sudah Siapkan Bantuan untuk Warga Miskin
Bagi warga miskin yang membutuhkan, Pemerintah Kota Tegal dan Dinas Sosial sudah menyiapkan solusi dengan memberikan bantuian sosial.
“Pemkot koordinasi terus dengan gugus tugas untuk penanganan Covid-19 dan membantu mengumpulkan dana untuk warga,” jelas Dedy. (Dari berbagai sumber)