Jatuhnya Pesawat Hercules di Medan menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Bahkan, Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumatera Utara juga menyampaikan bela sungkawa dan rasa duka mendalam.

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan, Gatot mengatakan bahwa seluruh pihak telah bekerja maksimal dan sesuai kapasitasnya masing-masing untuk segera mengevakuasi puing-puing jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU.

Gatot juga mengatakan bahwa alat berat dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota telah diturunkan. Sedangkan untuk alat pemotong diserahkan kepada pihak TNI AU yang berwenang untuk mengurus badan pesawat karena ada beberapa bagian penting dimana hanya TNI AU yang berwenang untuk menanganinya. (Baca Juga: Pesawat Hercules Jatuh di Medan).

Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Eko Hadi Sutedjo

Irjen. Pol. Eko Hadi Sutedjo

Polisi Rekayasa Lalu Lintas
Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Eko Hadi Sutedjo menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan dua kali penggeseran daerah evakuasi yang aman.

Beberapa jalur juga telah ditutup untuk melancarkan dan mengamankan proses evakuasi. Sedangkan untuk jumlah korban, pihak kepolisian akan mengumpulkan terlebih dahulu korban yang ditemukan ke rumah sakit Adam Malik untuk diidentifikasi dan dihitung.

Pesawat Hercules milik TNI AU mengalami kecelakaan dan jatuh di permukiman, tepatnya di Perumahan Simalingkar, Kecamatan Medan Selayang, Medan pada Selasa (30/6) siang.

Hingga berita ini diturunkan, dikabarkan korban akibat kecelakaan ini mencapai 48 orang. Sementara itu, seluruh awak pesawat Hercules yang berjumlah 12 orang juga dikabarkan tewas.

Lokasi jatuhnya pesawat jenis angkut militer ini persis di dekat Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, bekas Bandara Polonia Medan.

Belum diketahui penyebab pesawat itu jatuh dan apakah terdapat korban selamat dalam peristiwa naas tersebut. (py)