SeputarJonggol.com – Penjelasan Lengkap Anies Soal Perpanjang PSBB Hingga 22 Mei 2020. Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta secara resmi mengajukan perpanjangan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 28 hari. Pengumuman itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Mengawali paparannya, Anies memberikan penjelasan terkait pelaksanaan PSBB yang sudah berlangsung sejak Jumat (10/4/2020) pukul 00.00 WIB hingga hari ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat ibu kota dan pihak-pihak yang sudah menjalankan PSBB sesuai dengan ketentuan.

“Data yang kita miliki menunjukkan bahwa pergerakan kasus positif Covid-19 ini masih terus bertambah. Dan kecepatannya relatif tetap. Dan memang di berbagai belahan dunia pula yang mengalami masalah yang sama. Semua membutuhkan waktu untuk ini bisa selesai,” ujar Anies.

Akan tetapi, menurut dia, ada kabar baik lantaran data pemakaman dengan protap Covid-19 dalam beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan yang signifikan.

“Biasanya selama minggu-minggu sebelumnya, angka itu bisa sampai 50 bahkan lebih dari 50 per hari. Dalam beberapa hari terakhir ini di kisaran 30an sampai 40an, bahkan pernah di 29 selama dua hari berturut-turut. Apakah ini perlambatan sementara? Apakah ini tren permanen? Nanti kita harus pantau. Mudah-mudahan ini tren permanen, artinya sudah mulai turun,” kata Anies.

Lebih lanjut, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengungkapkan, selama hampir dua pekan PSBB, masih masyarakat yang melakukan pelanggaran. Perusahaan di luar sektor-sektor yang dikecualikan masih beroperasi. Kerumunan massa pun masih ditemui.

“Karena itulah, saya ingin sampaikan kepada semuanya, bila kita ingin agar pandemi ini cepat selesai, maka semua harus sepakat, harus kompak untuk disiplin melaksanakannya. Semakin kita disiplin untuk berada di rumah, mengurangi aktivitas di luar, maka semakin sedikit interaksi, maka makin sedikit pula potensi penularan, maka Insya Allah wabah ini bisa lebih cepat kita selesaikan,” ujar Anies.

“Dan dengan kondisi itulah, maka Pemprov DKI Jakarta, dengan mendengar pandangan para ahli di bidang penyakit menular dan juga diskusi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, maka kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Artinya periode kedua PSBB ini mulai tanggal 24 April sampai dengan 22 Mei 2020,” lanjutnya.

Simak penjelasan lengkap Anies berikut ini.

Assalamu’alaikum wr. wb.
Selamat malam dan salam sejahtera untuk semuanya

Dalam kesempatan ini, saya bersama pak wakil gubernur ingin menyampaikan update terkait rencana PSBB yang sudah berjalan dua minggu dan akan berakhir pada besok malam. Pertama, izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat rakyat Jakarta dan pihak-pihak yang sudah menjalankan PSBB sesuai dengan ketentuan.

Data yang kita miliki menunjukkan bahwa pergerakan kasus positif Covid-19 ini masih terus bertambah. Dan kecepatannya relatif tetap. Dan memang di berbagai belahan dunia pula yang mengalami masalah yang sama, semua membutuhkan waktu untuk ini bisa selesai.

Tapi juga di sisi lain, di Pemprov DKI Jakarta, kita memiliki data pemakaman dengan protap Covid-19 yang dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Biasanya selama minggu-minggu sebelumnya, angka itu bisa sampai 50 bahkan lebih dari 50 per hari.

Dalam beberapa hari terakhir ini, di kisaran 30an sampai 40an, bahkan pernah di 29 selama dua hari berturut-turut. Apakah ini perlambatan sementara? Apakah ini tren permanen? Nanti kita harus pantau. Mudah-mudahan ini tren permanen, artinya sudah mulai turun.

Nah. Selama dua minggu ini pula masih banyak di antara masyarakat yang melakukan ketidaktaatan, pelanggaran, perusahaan yang beroperasi, kerumunan massa. Karena itulah, saya ingin sampaikan kepada semuanya, bila kita ingin agar pandemi ini cepat selesai, maka semua harus sepakat, harus kompak untuk disiplin melaksanakannya. Semakin kita disiplin untuk berada di rumah, mengurangi aktivitas di luar, maka semakin sedikit interaksi, maka makin sedikit pula potensi penularan, maka insyaAllah wabah ini bisa lebih cepat kita selesaikan.

Dan dengan kondisi itulah, maka Pemprov DKI Jakarta dengan mendengar pandangan para ahli di bidang penyakit menular dan juga diskusi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, maka kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Artinya periode kedua PSBB ini mulai tanggal 24 April sampai dengan 22 Mei 2020.

Dan seperti juga arahan bapak presiden bahwa kunci keberhasilan pelaksanaan PSBB ini ada di kedisiplinan semua pihak dalam menjalankannya. Saya berharap betul bahwa kita semua disiplin. Dan kami di jajaran Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya di periode PSBB ini, kita akan meningkatkan pendisiplinan, baik perusahaan-perusahaan yang masih beroperasi maupun masyarakat yang masih berkerumun.

Hari-hari kemarin banyak sifatnya educational, diberikan peringatan, diimbau, karena banyak dari masyarakat yang masih belum menyadari benar tentang PSBB dan aturan-aturannya. Ke depan, fase imbauan, fase educational sudah selesai. Sekarang adalah fase penegakan.

Karena itu, di hari-hari ke depan, semua yang melanggar tidak akan diberi peringatan lagi, tapi akan langsung ditindak. Dan itu artinya, kami mengimbau kepada semua, jangan sampai harus ditindak. Kerjakan yang menjadi kewajiban selama PSBB ini dengan sebaik-baiknya.

Dan bagi perusahaan-perusahaan juga jangan curi-curi. Karena kita menemukan di lapangan, diingatkan, kemudian setelah petugas meninggalkan lokasi, (perusahaan itu) kembali beroperasi lagi. Ke depan, kita akan lakukan tindakan-tindakan yang bersifat sanksi kepada semuanya.

Tentu ada bidang-bidang yang dikecualikan. Ada 11 sektor di dalam Pergub 33 Tahun 2020 di mana ada sektor-sektor yang dikecualikan. Dan yang tidak termasuk sektor strategis, jangan kemudian memaksa karena ini membahayakan tenaga kerjanya, membahayakan masyarakatnya. Konsekuensi dari ini besar.

Kami ada beberapa contoh di mana (perusahaan) memaksakan dan ternyata betul ada kasus positif, dan akhirnya seluruh operasi harus dihentikan. Karena itu, saya mengingatkan kepada seluruh warga untuk bekerja di rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah.

Dan kami terus akan melaksanakan program-program jaring pengaman sosial. Dan alhamdulillah bantuan dari pemerintah sudah didistribusikan. Kita ingin menyampaikan terima kasih kepada bapak Presiden dan seluruh jajaran kabinet yang telah mengelola, dan kami dukung pelaksanaan di lapangannya.

Begitu juga terima kasih kepada pihak swasta, banyak yang terlibat langsung di dalam memberikan program-program bantuan sosial. Kami menyiapkan satu platform khusus di mana masyarakat bisa mendapatkan informasi kawasan-kawasan mana yang bisa didukung. Ini di dalam sebuah kolaborasi, kolaborasi sosial berskala besar Jakarta dengan website yang bisa dibuka adalah corona.jakarta.go.id. Di situ kemudian nanti ada bagian untuk bantuan sosial, silahkan manfaatkan portal itu.

Kemudian hari Jumat lusa, hari pertama perpanjangan PSBB di Jakarta juga hari pertama bulan puasa bagi umat islam yang akan melaksanakan ibadah di bulan Ramadan. Bulan puasa kali ini akan berbeda.

Bagi begitu banyak kita, termasuk saya pribadi dan saya yakin pak wagub dan kita semua. Bulan puasa adalah bulan di mana kita berada di masjid. Kita berkegiatan dari mulai subuh sampai tarawih. Masjid adalah sentralnya. Dan puasa kali ini akan menjadi berbeda karena kita semua akan melakukan kegiatan itu di rumah.

Ifthar, tak lagi ada kita berbuka puasa bersama (bukber) kali ini. Tapi berbuka puasa di rumah bersama keluarga. Tarawih dilakukan bersama keluarga di rumah, bukan lagi di masjid. Salat-salat fardhu juga kita kerjakan di rumah.

Ramadan kali ini mungkin mirip dengan Ramadan pada saat Nabi besar Muhammad SAW. Pada saat itu, semua tidak dikerjakan di masjid. Sempat tarawih di masjid, tapi kemudian tarawih di rumah. Buka puasa juga di rumah. Kegiatan peribadatan di rumah. Semua tidak dilakukan di masjid.

Kali ini, kita mendapatkan kesempatan untuk memasuki bulan suci Ramadan di dalam suasana yang mirip dengan suasana itu. Ini kesempatan bagi kita.

Karena itu saya menganjurkan dalam kesempatan ini. Hari Jumat besok, masuk 1 Ramadan, kita memasuki masa ini dengan semangat untuk meningkatkan ketakwaan, menahan hawa nafsu, tapi sambil juga kita memerangi pandemi Covid-19-19. Ini adalah sebuah bulan yang suci, sekaligus juga sebuah periode yang amat berbeda dengan yang lain-lain.

Karena itu, saya ingin menyampaikan kepada semua. Mari kita jalankan ibadah di bulan suci Ramadan itu dengan juga menjaga, mencegah penularan Covid-19. Di rumah, di keluarga, tingkatkan peribadatan di rumah. Dan ini sesungguhnya adalah kesempatan untuk kita mengukur, mengukur kemampuan kita mengendalikan hawa nafsu, kemampuan kita untuk meningkatkan peribadatan.

Biasanya kita membutuhkan masyarakat, mendorong kita subuhan, mendorong kita untuk tarawih, karena ada lingkungan yang sama-sama mengerjakan. Kali ini semua dikerjakan di rumah.

Mudah-mudahan ini menjadi sebuah bulan suci Ramadan yang betul-betul meningkatkan kegiatan peribadatan di tingkat keluarga dengan baik. Karena semua dikerjakan bersama-sama. Yang pimpin tarawih ayahnya. Tak lagi di masjid dengan imam masjid, tapi di rumah. Tadarus bersama ayahnya, bersama ibunya. Suasana yang amat berbeda.

Karena itu, saya ingin sampaikan kepada semua. Pandang ini, perpanjangan PSBB ini, sebagai kesempatan untuk mengeratkan di dalam keluarga. Mengeratkan di dalam meningkatkan ketakwaan di dalam keluarga.

Dan bagi seluruh masyarakat di Jakarta. Saya ingin sampaikan sesuai dengan instruksi bapak Presiden bahwa kita tidak meninggalkan tempat kita tinggal dan bepergian ke luar, mudik, atau meninggalkan Jakarta. Karena potensi penularan yang amat besar.

Saya berharap tradisi mudik yang biasa kita kerjakan ditahan dulu tahun ini. Pesan ini sekaligus juga pesan, bagi yang sudah menabung, tabungan itu ditahan dulu sekarang. Kita melewati masa-masa yang amat menantang minggu-minggu ke depan, bulan-bulan ke depan.

Mudah-mudahan dengan kedisiplinan kita, apalagi memasuki di bulan suci Ramadan, kita bisa mengendalikan pergerakan penularan ini dengan sebaik-baiknya

Dan kepada semua, saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Semoga kita bisa mendapatkan derajat ketakwaan dan insyaAllah kita bisa menjalankan pembatasan dengan disiplin, sehingga bisa selesai melewati wabah ini dengan sebaik-baiknya

Bagi semua, saya berharap ikuti semua ketentuan, ikuti semua peraturan. Dan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, maupun Kodam Jaya, semuanya akan menegakkan seluruh peraturan. Dan pendisiplinan akan kita kerjakan tanpa membeda-bedakan.

Demikian penjelasan dari kami. Semoga kota Jakarta segera terbebas dari wabah Covid-19. Dan kita bisa kembali beraktivitas seperti semula. Dan semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua.

Terima kasih

Wassalamu’alaikum wr. wb. (dbs)